Rabu, 20 April 2011

..doaku bersamamu, kawan..

Pagi ini, seorang kawan saya kembali menelepon. Seperti biasa, diawali dengan pertanyaan, “Lagi sibuk nggak, Yu?” Alhamdulillah, saya sedang tidak sibuk berhubung seminggu ini piket malam (ada hikmahnya juga :))

Ada yang berbeda dari nada suaranya. Bukan nada antusias seperti saat dua hari yang lalu dia menelepon. Bukan nada bahagia seperti saat terakhir kali dia bercerita tentang kangmasnya. Dan bukan sekedar nada cemas seperti saat dia bicara soal ujian apotekernya.

Ada segurat kesedihan di Cisitu sana yang terasa sampai ke Kebon Sirih. Dan perasaan saya jadi ikut tak menentu mendengar ceritanya kali ini. Mendadak, saya ingin bisa terbang. Mendarat di Cisitu Indah dan benar-benar berada di sampingnya saat dia menangis.

Lagi-lagi, Cuma bisa mendoakan dari kejauhan. Cuma bisa menyemangati dari kejauhan.Cuma bisa memberi pelukan imajiner :(

Sabar ya, kawan. Tidak ada amal baik yang sia-sia. Allah mengetahui setiap ikhtiarmu untuk menjadi hambanya yang lebih baik dari hari ke hari. Dan tolong, berhentilah khawatir. Berhentilah berkata, “Gue nggak sanggup.” Doaku bersamamu, selalu.

Semoga kita bisa bertahan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar